Sabtu, 02 Januari 2016

Distance

Hari ini, hari kedua dibulan januari. masih seperti biasa matahari memancarkan sinarnya sangat terik, hingga siang terasa sangat menggerahkan. bukan cuaca yang ingin kubagikan disini. Tapi tentang sesuatu yang sempat membuatku banyak berfikir.

Status bbmku tadi membuat banyak salah paham dan banyak menimbulkan masalah setelahnya. Tentang bahaya lisan. Aku hanya menshare hal yang baru saja kudengar dari ustad disebuah radio, tentang lisan yang lebih tajam daripada belati. Dan beberapa saat setelahnya banyak spekulasi tentang statusku yang katanya kutujukan untuk teman kelasku yang sedang bercanda digrup kelasku, disalah satu media sosial juga. Aku tentu heran sekali. Tak ada angin dan tak ada hujan, dan tentu saja tak ada karena matahari sedang sangat teriknya mereka menyangka status itu untuk mereka. Sebuah status sindiran untukku pun tersebar di BBM. Hah, aku hanya menghela napas dan menelan ludah sangat berat. Mereka menyangka semua statusku untuk menyindir kah? Astagfirullah, sungguh aku tak peduli apapun yang terjadi pada mereka, dan tak akan tentunya sepenting aku harus menuliskannya sebagai status. Untuk kedua kalinya mungkin mereka akan menceritakan hal ini dibelakangku. Aku pasrah, aku benar2 trauma menggunakan sosial media yang satu itu. Hingga kuputuskan untuk tak lagi menggunakannya untuk teman2 kelasku. Kita sudah bersama selama 3 tahun namun kita tetap tak akan pernah bisa bersama sebagai sahabat. Mungkin karena kita tak searah, atau jarak diantara qt yang terlalu jauh meskipun kita bersama setiap hari. Aku tetap hanya angin sepoi yang berhembus dan tak pernah kalian simpan dalam memori.

Teman, jarak qt semakin jauh dengan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar