Kamis, 14 Januari 2016

Buat Para Koruptor

Menurut gue, koruptor itu emang bener-bener menyebalkan. Soalnya, bukan cuman individual doang yang jadi korbannya tapi ini bnyak orang. Dan paling miris, ditivi sekarang pada rame ngomongin soal koruptor. Entah hari ini lembaga mana lagi, besok kepala daerah manalagi, dan mungkin lusa, oknum penegak hukum yang mana lagi. Hal yang sangat lumrah kita temui di masyarakat. Bukan cuman di Jakarta doang sebgai pusat pemerintahan kita, juga di daerah bahkan paling miris gue pernah denger kalau di sebuah desapun kita bisa dapetin kasus korupsi. dan duitnya bukan cuman itu-itu aja loh. bukan jutaan lagi, kalo jutaan mah paling cuman dibilang kelas teri. sekarang duit korupsi itu jumlahnya ampe milyar bahkan ada yang triliun. Belum lagi gaji yang mereka ambil dari uang rakyat. Rakyat berasa gak dianggep lagi, demo dimaa-mana juga belum tentu didenger. Mahasiswa juga sekarang acuh tak acuh. ya, Yang korupsi kan banyak mantan aktivis juga. Di kampus doang mereka ngomongnya gede banget menetang korupsi, tapi setelah masuk didalam ranah itu, mereka malah ikut-ikutan. bukannya menyuarakan rakyat yang dulu mereka bela habis-habisan dijalanan, malah sekarang jadi seorang pengkhianat. belum lagi, mereka yang dipilih pake uang rakyat pula, terus digaji buat urusin urusan rakyat yang belum terpenuhio, eh malah khilaf ngambil duit bukan haknya. Iya, ngambil duit rakyat gitu. Miris gak tuh? Sebagai seorang manusia biasa sih, udah gak bisa maafin ya? Tinggal kita doain taubat deh mereka. Mereka pernah mikir gak? Ada keluarga miskin yang mati karena gak punya duit beli makanan, akhirnya sekeluarga meninggal gara-gara gak makan. terus, tau gak dipelosok sana ada komunitas masyarakat yang air bersihnya mesti nunggu sebulan sekali baru bisa nikmatin. Tau gak mereka ada yang mesti nyebrang pake jembatan kayu yang udah mau roboh kesekolah demi nuntut ilmu. Tau gak? atau Tau tapi gak mau tau? Atau tau tapi tak acuh? Sebenarnya, apa sih salah kita ya? Sampe negeri ini belum bebas dari yang namanya KKN, bukan Kuliah Kerja Nyata ya? Tapi KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME. Sebenarnya kita bisa kok bener, bisa kok kayak negara hebat lainnya. Kuncinya ya, kembali kepada Allah. Rasa takut kepada Allah yang mesti kita punya. Rasa bahwa Allah itu selalu ngawasin gerak-gerik kita, maka kita yang akan berbuat salah bakalan mikir berulang kali lagi. Dosa, iya dosa. Kita musti takut berlaku dosa. Itu yang harus kita punya. Terus perbaikan sistem, sistem hukum kita yang terlalu lemah yang bikin para koruptor itu kebal hukum. Belum lagi usaha buat membekukan KPK yang selama ini jadi pahlawan rakyat buat jeblosin para pecandu duit itu kepenjara. Nah, dipenjara juga gitu musti dibuat menderita deh, jangan malah dikasih fasilitas yang bagus. Kasur empuk, ada karokenya, orang bisa bebas buat salonan, bisa manggil tukan spa datang. Aelaaaaaah, gue juga mau kaliiiiii... Inilah bobroknya kita, Mental gertak sambel kita masih cukup kuat melekat. Jadi mari deh, gue ngajak kepada seluruh temen dan siapapun yang tergerak hatinya buat bikin acara sosialisasi anti korupsi dimanapun kalian berada. Apapun profesi kalian, maka kita mesti jalanin program ini. Sama-Sama kita saling mendukung #IndonesiaBebasKorupsi

Sabtu, 02 Januari 2016

Distance

Hari ini, hari kedua dibulan januari. masih seperti biasa matahari memancarkan sinarnya sangat terik, hingga siang terasa sangat menggerahkan. bukan cuaca yang ingin kubagikan disini. Tapi tentang sesuatu yang sempat membuatku banyak berfikir.

Status bbmku tadi membuat banyak salah paham dan banyak menimbulkan masalah setelahnya. Tentang bahaya lisan. Aku hanya menshare hal yang baru saja kudengar dari ustad disebuah radio, tentang lisan yang lebih tajam daripada belati. Dan beberapa saat setelahnya banyak spekulasi tentang statusku yang katanya kutujukan untuk teman kelasku yang sedang bercanda digrup kelasku, disalah satu media sosial juga. Aku tentu heran sekali. Tak ada angin dan tak ada hujan, dan tentu saja tak ada karena matahari sedang sangat teriknya mereka menyangka status itu untuk mereka. Sebuah status sindiran untukku pun tersebar di BBM. Hah, aku hanya menghela napas dan menelan ludah sangat berat. Mereka menyangka semua statusku untuk menyindir kah? Astagfirullah, sungguh aku tak peduli apapun yang terjadi pada mereka, dan tak akan tentunya sepenting aku harus menuliskannya sebagai status. Untuk kedua kalinya mungkin mereka akan menceritakan hal ini dibelakangku. Aku pasrah, aku benar2 trauma menggunakan sosial media yang satu itu. Hingga kuputuskan untuk tak lagi menggunakannya untuk teman2 kelasku. Kita sudah bersama selama 3 tahun namun kita tetap tak akan pernah bisa bersama sebagai sahabat. Mungkin karena kita tak searah, atau jarak diantara qt yang terlalu jauh meskipun kita bersama setiap hari. Aku tetap hanya angin sepoi yang berhembus dan tak pernah kalian simpan dalam memori.

Teman, jarak qt semakin jauh dengan ini.