Kamis, 31 Desember 2015

Cerita Harian Toku: Semalam Suntuk

Cerita Harian Toku: Semalam Suntuk: Semalam, kuhabiskan waktuku bersama lembaran-lembaran kertas dan tulisan tangan yang mulai kacau hingga pukul 3 pagi. Tak ada yang spesial m...

Semalam Suntuk

Semalam, kuhabiskan waktuku bersama lembaran-lembaran kertas dan tulisan tangan yang mulai kacau hingga pukul 3 pagi. Tak ada yang spesial meskipun kata orang semalam adalah malam tergalau bagi mereka yang tak bisa keluar rumah. Ya, malam tahun baru biasa mereka menyebutnya.

Suara gemuruh petasan, kembang api, dan bahkan terompet sayup-sayup kudengar dibalik pintu kamarku dan aku masih tetap tak peduli. Karena aku memang bertekad tak merayakannya. 

Aku tak ingin menjadi bagian dari pesta hura-hura sampai pagi itu. Bagiku, itu hanya pergantian tahun biasa. Tak ada yang harus kurayakan dengan itu. Karena, itu tak begitu penting untukku.

Tahun ini atau tahun lalu hanyalah pergantian jam yang terus berjalan. Menandakan waktu mudaku semakin berkurang, tak ada yang harus kurayakan dengan itu. Tetapi sebaliknya, menurutku aku harus merenung mengenai masa depanku, keluargaku dan cita-citaku. Semua itu yang harus kupikirkan setiap malam, jadi menurutku malam tadi atau malam nanti selama Allah masih memberikanku hidup, bagiku biasa saja.

Tak perlu ada pesta meriah yang menghamburkan uang, dan tak perlu ada alasan untuk galau karena tak hangout bersama mereka.
Sesederhana itu saja..

Bagiku, tahun ini adalah tahun untukku berfikir keras bagaimana menjadi seorang anak yang membanggakan. Masih sama dengan yang dulu... Tahun ini dan Tahun lalu atau Tahun depan... Masih tetap sama..

Hujan

Semua terbukti ketika hujan..

Ketika kau memilih untuk terus berjalan

Namun, aku memilih untuk berteduh...

Padahal, aku memilih berteduh karena aku ingin tanganku lebih lama digenggam olehmu

dan waktuku lebih banyak ku habiskan denganmu..

Hujan tak semenarik dulu, karena Aku berteduh sendirian..

Merasakan dingin sendirian...

Sementara, kau terus berjalan menerobos hujan..

Aku ingin ikut bersamamu, tetapi hujan terlalu deras, aku tak seberani dirimu..

maka Aku memilih melepaskanmu dan aku berhenti di sini.,.